Badan Penjaminan Mutu Universitas 'Aisyiyah Bandung: pusat informasi SPMI, siklus PPEPP, audit mutu internal, akreditasi, dokumen mutu, dan peningkatan mutu berkelanjutan.

Aspirasi Mutu

Evaluasi

Siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal

Evaluasi Pelaksanaan Standar SPMI UNISA Bandung

Evaluasi merupakan tahap ketiga siklus PPEPP untuk mengukur ketercapaian standar, memeriksa kesesuaian pelaksanaan, menemukan kesenjangan, serta menyediakan dasar objektif bagi pengendalian dan peningkatan mutu di Universitas 'Aisyiyah Bandung.

03Tahap ketiga dalam siklus PPEPP
ObjektifPenilaian didasarkan pada data dan bukti
TerukurCapaian dibandingkan dengan indikator standar

Menilai kesesuaian antara standar dan pelaksanaan

Evaluasi adalah proses pengumpulan, pemeriksaan, pengukuran, dan analisis data untuk mengetahui tingkat ketercapaian standar SPMI. Hasil evaluasi menunjukkan apakah standar telah terpenuhi, belum terpenuhi, terlampaui, atau memerlukan tindakan perbaikan.

Tujuan Utama

Menghasilkan informasi mutu yang akurat untuk pengambilan keputusan

Tahap Evaluasi memastikan setiap capaian, ketidaksesuaian, risiko, dan peluang perbaikan dapat dikenali secara tepat sehingga pimpinan serta unit kerja memiliki dasar yang kuat untuk menentukan tindakan pengendalian dan peningkatan.

ObjektifSistematisBerbasis BuktiDapat Ditindaklanjuti

Proses pengukuran ketercapaian standar

Evaluasi dilakukan secara terencana dan terdokumentasi agar hasil penilaian dapat dipercaya, ditelusuri, dan digunakan dalam pengambilan keputusan.

01

Menetapkan ruang lingkup evaluasi

Menentukan standar, unit, proses, periode, indikator, target, sumber data, dan pihak yang akan dievaluasi.

02

Menyiapkan instrumen dan kriteria

Menyusun daftar periksa, formulir, matriks indikator, teknik sampling, serta kriteria penilaian yang jelas dan konsisten.

03

Mengumpulkan data dan bukti

Menghimpun laporan, rekaman mutu, data kinerja, hasil survei, dokumen kegiatan, wawancara, serta bukti lapangan.

04

Memverifikasi keabsahan data

Memeriksa kelengkapan, akurasi, konsistensi, keterkinian, sumber, dan keterlacakan data sebelum digunakan dalam penilaian.

05

Membandingkan capaian dengan standar

Mengukur realisasi indikator terhadap target, persyaratan, prosedur, dan kriteria mutu yang telah ditetapkan.

06

Menganalisis kesenjangan dan penyebab

Mengidentifikasi ketidaksesuaian, akar masalah, dampak, kecenderungan, risiko, serta faktor pendukung ketercapaian standar.

07

Menyusun laporan evaluasi

Mendokumentasikan hasil, temuan, bukti, kategori capaian, analisis, kesimpulan, dan rekomendasi perbaikan.

08

Menyampaikan hasil dan rekomendasi

Membahas hasil bersama pimpinan dan unit terkait sebagai dasar penetapan tindakan pada tahap Pengendalian.

Pendekatan yang dapat digunakan

Metode dipilih sesuai karakter standar, tujuan evaluasi, ketersediaan data, dan tingkat risiko proses yang dinilai.

Monitoring Berkala

Pemantauan rutin terhadap kemajuan program, indikator, jadwal, penggunaan sumber daya, dan kendala pelaksanaan.

Evaluasi Diri

Penilaian mandiri oleh unit terhadap ketercapaian standar, kelengkapan bukti, kekuatan, dan area perbaikan.

Audit Mutu Internal

Pemeriksaan sistematis dan independen untuk menilai kesesuaian pelaksanaan dengan standar serta dokumen mutu.

Analisis Data Kinerja

Pengolahan indikator kuantitatif dan kualitatif untuk melihat capaian, tren, variasi, serta kesenjangan mutu.

Survei dan Umpan Balik

Pengukuran persepsi, kepuasan, kebutuhan, dan pengalaman mahasiswa serta pemangku kepentingan lainnya.

Observasi dan Verifikasi

Pemeriksaan langsung terhadap proses, fasilitas, layanan, dokumen, dan kondisi faktual di lapangan.

Unsur Evaluasi

Komponen yang harus diperiksa

Evaluasi yang bermutu memerlukan keterhubungan antara standar, indikator, data, bukti, analisis, dan rekomendasi.

Standar dan IndikatorKriteria, target, ukuran keberhasilan, dan batas waktu pencapaian.
Data CapaianRealisasi indikator akademik dan nonakademik pada periode evaluasi.
Bukti ObjektifDokumen, rekaman, hasil observasi, wawancara, dan sumber data yang sah.
Analisis KesenjanganPerbedaan antara target dan realisasi beserta faktor penyebabnya.
Risiko dan DampakKonsekuensi temuan terhadap mutu layanan, kepatuhan, dan sasaran institusi.
RekomendasiUsulan tindakan koreksi, pencegahan, dan peningkatan yang dapat dilaksanakan.

Klasifikasi ketercapaian standar

Kategori hasil membantu unit memahami posisi capaian dan menentukan jenis tindak lanjut yang sesuai.

Status 01Standar Terlampaui

Realisasi berada di atas target atau menghasilkan mutu yang lebih tinggi daripada persyaratan standar.

Status 02Standar Tercapai

Realisasi memenuhi target, kriteria, persyaratan, dan bukti yang telah ditetapkan.

Status 03Standar Belum Tercapai

Realisasi masih berada di bawah target sehingga membutuhkan tindakan koreksi dan pemantauan.

Status 04Ketidaksesuaian

Pelaksanaan tidak memenuhi ketentuan, prosedur, atau persyaratan yang bersifat wajib.

Status 05Observasi

Terdapat kondisi yang belum menjadi ketidaksesuaian, tetapi berpotensi menimbulkan masalah mutu.

Status 06Peluang Peningkatan

Terdapat praktik atau proses yang masih dapat disempurnakan untuk menghasilkan mutu lebih baik.

Dokumen dan keluaran yang perlu disiapkan

Dokumen evaluasi menjadi rekaman mutu dan dasar penentuan tindakan pada tahap Pengendalian.

Dokumen 01Rencana Evaluasi

Ruang lingkup, jadwal, indikator, metode, tim, unit sasaran, dan sumber data.

Dokumen 02Instrumen Evaluasi

Daftar periksa, formulir, matriks penilaian, panduan wawancara, dan kriteria evaluasi.

Dokumen 03Data dan Bukti Objektif

Laporan kinerja, rekaman kegiatan, hasil survei, data sistem, serta bukti verifikasi lapangan.

Dokumen 04Daftar Temuan

Uraian temuan, standar terkait, bukti, kategori, dampak, dan unit penanggung jawab.

Dokumen 05Laporan Evaluasi

Hasil pengukuran, analisis, kesimpulan, tren capaian, risiko, dan rekomendasi.

Dokumen 06Berita Acara dan Rekomendasi

Rekaman pembahasan hasil, kesepakatan tindak lanjut, penanggung jawab, dan batas waktu.

Pembagian peran dalam evaluasi standar

Evaluasi membutuhkan independensi, keterbukaan data, koordinasi, dan tanggung jawab yang jelas pada setiap tingkat organisasi.

Pimpinan Universitas

Menetapkan arah evaluasi, menerima laporan, menilai risiko strategis, dan memberikan keputusan tindak lanjut.

BPM

Mengoordinasikan metode, instrumen, jadwal, analisis, pelaporan, dan konsistensi pelaksanaan evaluasi.

Auditor atau Tim Evaluasi

Melakukan verifikasi, analisis bukti, pencatatan temuan, dan penyusunan rekomendasi secara objektif.

Fakultas dan Program Studi

Menyediakan data, melakukan evaluasi diri, menjelaskan proses, dan menindaklanjuti hasil evaluasi akademik.

Unit Kerja

Menyiapkan bukti, memverifikasi data, mengikuti pembahasan hasil, dan menyusun rencana perbaikan.

Gugus atau Unit Mutu

Mendampingi evaluasi diri, memastikan kelengkapan bukti, dan memantau penyelesaian rekomendasi.

Catatan penerapan

Uraian pada halaman ini merupakan kerangka operasional tahap Evaluasi SPMI. Jadwal, metode, indikator, instrumen, kategori temuan, kewenangan evaluator, format laporan, serta mekanisme tindak lanjut perlu disesuaikan dengan Kebijakan SPMI, Manual SPMI, Standar SPMI, pedoman Audit Mutu Internal, dan peraturan internal UNISA Bandung yang berlaku.

Tahap Berikutnya

Lanjutkan ke Pengendalian Standar

Hasil evaluasi perlu ditindaklanjuti melalui keputusan, tindakan koreksi, pencegahan, pemantauan penyelesaian, dan pengendalian risiko agar ketidaksesuaian tidak berulang.

Buka Tahap Pengendalian